May 2010 19

mg_9824a-horz1

Pada Show reuni Esmod tanggal 17 Mei di Jakarta Fashion & Food Festival yang bertemakan Archipelago, yang terinspirasi dari negeri Indonesia. Sebanyak 10 desainer berbakat alumni Esmod dari angkatan 1999 hingga 2009, mencoba menggali kreatifitas berdasarkan originalitas, budaya yang beragam dan kekayaan alam yang berlimpah, serta bangunan bersejarah yang menjadi saksi berkembangnya dunia mode hingga sekarang ini. Rancangan busana ready to wear dari perancang Esmod menyasar segmen lebih beragam -varian busana lebih kaya- dan menyasar pasar busana pria terutama remaja. Bahkan Shidiinki dan Patch mengeluarkan koleksi pakaian pria saja pada show ini.

Berikut beberapa foto dari Show yang menampilkan pakaian pria:

Poppy Karim, perancang yang lebih dikenal dengan desain kebayanya, kali ini tampil beda dengan produk ready to wear. Lewat label Poppy by Poppy Karim mengusung konsep tradisional yaitu “the Simply of Jepara”, namun tetap dikolaborasikan dengan unsur modern. Batik yang unik dikombinasikan dengan ukiran Jepara.

Tasya Ascobat tampil dengan tema “Romance of the Otori”. Ia terinspirasi dari novel epic “Tales of the Otori” karya Lian Hearn. By the way, trench coat coklat dengan detail bahu itu keren. kalo punya cowo, mau deh suruh dia pakai itu, kesannya gagah kayak detektif jaman dulu.

Intan Ayundavira, Dian Suryani & Shirleen Salim tampil dengan brand mereka yang bertitel Shidiinki. Mereka memamerkan koleksi dengan tema “.fun project 03.” sporty casual yang ringan dan nyaman, serta berdaya pakai tinggi. Inspirasinya datang dari gaya feminin dan semangat muda, tetapi diaplikasikan dalam desain busana pria muda yang berkesan playful. ditujukan untuk usia 17 hingga 25 tahun.

Dian Suryani & Christina Erika tampil dengan brand Patch yang terinspirasi dari tampilan yang smart dan casual look dengan tema “Escape”. Mereka menampilkan koleksi busana pria yang sangat nyaman bila dikenakan saat traveling, namun tetap membuat penampilan pria terlihat lebih trendy.

Sedangkan Jeffry Tan dengan judul ”Paradiso Perduto” mempersembahkan koleksi untuk mereka yang mempunyai karakter kuat, yang begitu menyukai tantangan. Koleksi milik Jeffry banyak didominasi dengan warna-warna hitam.

Terbukanya kesempatan bagi para perancang muda untuk mengadakan fashion show seperti ini, dan dukungan penuh dari almamater membuat mereka semakin percaya diri untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya. Selain itu disini mereka juga mendapat kesempatan untuk bertemu calon buyer yang lebih serius dan terbantu dalam mempromosikan label mereka.

Kamu suka yang mana?

Photo by: Rifki

May 2010 18

dsc04455a-horz1

Siapa bilang cuma wanita yang boleh ngikutin tren Mode. Para Pria masa kini, tentunya tidak ingin ketinggalan tampil keren, selalu up to date tapi tanpa meninggalkan sisi kemaskulinitasnya. Nah, untuk pertama kalinya di Jakarta Fashion & Food Festival, pada hari Minggu 16 Mei 2010, diadakan, diadakan show khusus pria, yaitu karya dua desainer Vincent Fac dan Luwi Saluadji, yang bertemakan “Living Eclectism

Free Spirit by  VINCENT FAC

Vincent ingin menyampaikan lewat karyanya bahwa masyarakat modern saat ini telah menjadi masyarakat yang mandiri, independent, mempunyai kebebasan untuk menampilkan ekspresi individual. Mereka tidak lagi mau di dikte, keluar dari pakem yang berlaku, mempunyai semangat untuk tampil menjadi pribadi yang unik. Sehingga gaya hidup kaum urban ini menjadi sumber inspirasi untuk tema koleksi pakaian pria tahun 2010.

Didominasi oleh perpaduan berbagai warna, tanpa memperhatikan kaidah teori warna, mix and match secara bebas namun tetap selaras, seperti red, navy, black, purple, green, white, yellow, blue dan dusty pink bercampur dengan harmonis. Diperkaya dengan berbagai motif flora, fauna dan geometris. Bahan yang digunakan paduan antara woven, knit, corduroy dan denim. Tampil dalam berbagai styling casual sportif dengan gaya tumpuk. Jacket, bermuda, kemeja, pullover, t’shirt dan berbagai bentuk lain diberi aksen dengan tehnik sulam, crochet dan print.

Ya, siapa bilang kaum pria tidak pantas menggunakan warna-warna seperti diatas yang kita lihat, para model tampak manis mengenakan shawl berwarna ungu, celana pink, jacket baby blue, warna-warna yang selama ini banyak didominasi kaum wanita. Begitu juga dengan motif yang agak Beda di rajutan, sulaman yang terpampang di sweater maupun celana justru terlihat menggemaskan.

Dari Show ini, look favorite ku adalah hampir semua sweater ataupun kaos yang berhiaskan sulaman benang dangan motif ceria..

Egocentric by LUWI SALUADJI

Luwi ingin menampilkan pakaian sehari hari yang menunjukan jati diri secara menyeluruh. Dengan design yang unik (Centric) namun casual dan memiliki design yang mapan, berkarakter dan penuh percaya diri. “Saya adalah untuk saya dan Hanya saya dan Bukan Siapapun “ (I am for Me and Only Me and No One Else), itulah tema yang diangkat olehnya.

Show yang beda dengan adanya nyanyian live persetiap sesi dari rancangan-rancangan karya Luwi Saluadji. Memiliki perbedaan disain dengan Vincent, yang lebih LAKI , dan juga penggunaan warna-warna yang lebih laki serta natural, seperti penggunaan blue jeans, kemeja putih dengan detail disana-sini, dan jas/jacket hitam dengan detail kotak-kotak dan ruitsleting yang ditempatkan di daerah-daerah yang tidak biasa menjadikan karya tersebut unik. Belum lagi para pria yang keluar telanjang kaki dan telanjang dada, membuat saya sempat celegug menelan air liur.

Kalau ditanya pendapat saya, kalau saya punya pacar, bakal saya suruh pakai jacket hitam karya Luwi ini, soalnya unik dan macho, tapi tidak sepaket dengan legging hitamnya yaaa..

Kalau kalian suka yang mana?

Photo by: waterbomm